RSS

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Dermatitis Seboroik

30 Mei

Apa itu Dermatitis Seboroik?

Dermatitis Seboroik (Seborrhoeic Dermatitis, Seborrheic Dermatitis) merupakan peradangan permukaan kulit berbentuk lesi squamosa (bercak disertai semacam sisik), bersifat kronis, yang sering terjadi di area kulit berambut dan area kulit yang banyak mengandung kelenjar sebasea ( kelenjar minyak, lemak ), seperti kulit kepala, wajah, tubuh bagian atas dan area pelipatan tubuh (ketiak, selangkangan, pantat).

ANGKA KEJADIAN

Prevalensi Dermatitis Seboroik diperkirakan sekitar 3-5 %. Jika ketombe yang merupakan Dermatitis Seboroik ringan ditambahkan, angka kejadian mencapai 15-20 %. Dermatitis Seboroik dapat dialami oleh semua ras.

Berdasarkan usia, Dermatitis Seboroik dapat terjadi pada semua umur, terutama usia pubertas hingga usia 40 tahun. Pada bayi, Dermatitis Seboroik kerap dijumpai di area kepala dan pelipatan tubuh. Berdasarkan jenis kelamin, Dermatitis Seboroik sedikit lebih banyak dialami pria ketimbang wanita.

PENYEBAB
Penyebab Dermatitis Seboroik hingga kini belum diketahui secara pasti. Faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab Dermatitis Seboroik, antara lain: infeksi jamur Malassezia ovale, faktor imunologi, iklim, genetik, lingkungan, hormonal, dan aktifitas kelenjar sebasea yang berlebihan.Selain itu, beberapa obat-obat tertentu diduga memicu terjadinya Dermatitis Seboroik, seperti: auranofin, aurothioglucose, buspirone, chlorpromazine, cimetidine, ethionamide, griseofulvin, haloperidol, interferon alfa, lithium, methoxsalen, methyldopa, phenothiazines, psoralens, stanozolol, thiothixene, dan trioxsalen.
GEJALA
Dermatitis Seboroik relatif mudah dikenali karena tandanya yang khas, yakni dijumpainya krusta (bercak disertai semacam sisik) berminyak.
Gejala Pada Bayi:
  • Di area kepala (bagian depan dan samping) ditandai: krusta tebal, pecah-pecah, berwarna kekuningan dan berminyak. Tanda ini disebut cradle cap karena bentuknya yang mirip topi menutupi kulit kepala.
  • Di bagian tubuh yang lain, ditandai: ruam berwarna kemerahan, merah kekuningan, dengan krusta berminyak yang menutupi permukaannya.
Gejala Pada Dewasa:
  • Keluhan gatal
  • Peradangan pada area seboroik dengan gambaran berbagai bentuk lesi, berwarna kemerahan atau kekuningan disertai dengan adanya skuama, krusta, basah berminyak, dan bisa juga kering.
  • Residif (mudah kambuh) dan bersifat kronis. Diduga behubungan dengan faktor stress, kelelahan, sinar matahari dan iklim.
PENGOBATAN

Pada dasarnya, pengobatan Dermatitis Seboroik ditujukan untuk menghilangkan penyebabnya, jika penyebabnya diketahui, dan untuk meredakan gejalanya.

Obat Minum ( sistemik ):
  • Antihistamin untuk meredakan gatal dan reaksi alergi, misalnya: Loratadine 10 mg, Cetirizine 10 mg atau antihisamin golongan lainnya.
  • Steroid, digunakan pada Dermatitis Seboroik yang berat. Pada pemakaian jangka lama, steroid digunakan secara tappering down, yakni dosis obat diturunkan secara bertahap dan berkala.
  • Antibiotika, digunakan jika Dermatitis Seboroik disertai infeksi sekunder oleh kuman akibat garukan, gesekan, dan lain-lain.
Obat Topikal ( obat luar: salep, krim, gel, lotion, shampo, dll )
  • Krim atau salep steroid. Pada area wajah digunakan steroid potensi rendah agar kulit wajah tidak menipis pada penggunaan jangka lama.
  • Krim atau salep yang mengandung asam salisilat 2-5%, atau sulfur 4%, atau ter 2%, atau ketokonazole 2%, atau obat kombinasi.
  • Shampo yang mengandung asam salisilat, sulfur, selenium sulfida 2%, zinc pirition 1-2 %. Digunakan untuk keramas 2-3 kali seminggu selama 5-10 menit, kemudian dibilas dengan air bersih.

PENCEGAHAN

Sedapat mungkin penderita Dermatitis Seboroik mengamati pemicu timbulnya kekambuhan. Jika sudah mengenali pemicunya, diupayakan untuk mencegah paparan faktor pemicu.

Pada umumnya penderita Dermatitis Seboroik mengalami kesulitan mengenali pemicu timbulnya kekambuhan. Hal ini wajar mengingat beragamnya faktor-faktor pemicu. Kalaupun faktor pemicunya dapat dikenali, tak jarang penderita sulit menghindarinya, terutama jika faktor-faktor pemicu tersebut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, misalnya stress, iklim dan sejenisnya.

Fakta tentang Dermatitis Seboroik
  • Mengenai seluruh orang, tidak memandang umur, ras, dan jenis kelamin
  • Ada orang yang menderita dermatitis seboroik sepanjang hidupnya
  • Dapat terjadi pada permukaan kulit yang berambut seperti kepala, bagian dalam telinga, alis, jambang, kumis, jenggot, bahkan di dada
  • Bisa terjadi terus menerus atau hilang timbul
  • Dermatitis seboroik tidak menular, namun ditengarai merupakan kasus yang diturunkan.
  • Walau pun bukan masalah emergency, ketombe dapat sangat mengganggu dan bisa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Kasus
Seorang anak laki-laki berumur 13 tahun mengeluh kulit kepala bagian belakang seperti ada luka berwarna putih dan kadang-kadang gatal sejak 1 tahun yang lalu. Pasien sering meggaruk-garuk jika gatal. Gatal terutama dirasakan pada saat beraktivitas atau berkeringat. Kemudian mulai timbul seperti luka berwarna putih yang semakin meluas pada kulit kepala. Pasien berkeramas dengan shampoo setiap 1-2 hari sekali, tetapi masih tetap gatal. Pasien belum pernah berobat sebelumnya. Pasien punya riwayat penyakit kulit yang lain, kaki penderita sering gatal-gatal sejak kecil.Dari pemeriksaan fisik didapatkan Keadaan Umum baik, kesadaran composmentis. Pemeriksaan fisik secara umum dalam batas normal. Status Dermatologi Makula Eritematosa numular batas tidak tegas dengan skuama kasar berwarna putih regional pada kulit kepala bagian belakang.
Penyebab Dermatitis Seboroik(tambahan)
Penyebab pasti dari Ketombe ini belum diketahui sampai sekarang. Tapi dimungkinkan terkait dengan meningkatnya produksi minyak pada kulit, tipe kulit yang berminyak, dan ada peran dari jamur di kulit. Namun demikian, Ketombe bukan disebabkan oleh jamur. Sementara bakteri juga tidak pernah ditemukan sebagai penyebab dari Ketombe.Sistem imun ditengarai juga memegang peranan penting dari kejadian dermatitis seboroik. Sehingga sering terjadi pada orang yang menderita Parkinson, atau penyakit lemahnya sistem imun lain seperti HIV/AIDS.

Dermatitis seboroik dapat juga dipicu dan diperparah oleh buruknya higienitas kulit kepala. Misalnya pada orang yang malas mencuci dan menyampo rambutnya.

Dan stres juga ternyata pernah diteliti sebagai kemungkinan penyebab tumbuh suburnya Ketombe pada seseorang.

Perjalanan Penyakit
  • Banyak orang yang tidak mengalami peradangan pada kulitnya, namun hanya mengeluh adanya serpihan putih pada kulitnya, yang biasanya terlihat pada permukaan baju berwarna gelap
  • Banyak yang datang ke dokter bermula dari keluhan kulit yang kering tapi tidak bereaksi dengan pemberian lotion biasa.
  • Bagi yang mengalami peradangan, dapat merasakan gatal, dan rasa panas seperti terbakar.
  • Rasa gatal pada dermatitis seboroik dapat membuat orang tidak berhenti-hentinya menggaruk.
  • Bagi yang menderita dermatitis seboroik yang kronis, kasusnya kadang tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikontrol dengan menjaga higienitas kulit kepala atau yang berambut.
  • Pada kondisi lembab penderita akan merasa keluhannya lebih bertambah.
Gejala Klinis Dermatitis Seboroik(tambahan)
  • Adanya serpihan putih yang terlihat pada permukaan pakaian yang berwarna gelap
  • Gatal pada kulit kepala
  • Kulit kepala yang berminyak
  • Kulit muka yang kering dan bersisik
  • Sering mengalami dermatitis pada kulit telinga bagian dalam
  • Merah pada bagian yang berambut di daerah muka (alis, kumis, jenggot, jambang)
Penarikan Diagnosis Dermatitis Seboroik
Ketombe biasanya sangat gampang didiagnosis. Namun pada kasus khusus mungkin memerlukan pemeriksaan kerokan kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop. Tujuannya untuk memastikan bukan disebabkan oleh jamur. Pemeriksaan darah atau bahkan biopsi kulit juga dapat dilakukan untuk memastikan bukan karena penyakit psoriasis atau lupus.Berikut penyakit-penyakit lainnya yang mungkin memiliki gejala seperti dermatitis seboroik:
1. Psoriasis
2. Lupus
3. Tinea capitis (jamur pada kulit kepala)
4. Dermatitis alergi
5. Pruritus
6. Seborosacea (kombinasi antara psoriasis dan seboroik)
7. Kelainan sistem imun lainnya
Kapan mencari Pertolongan Medis?

1. Bila Ketombe menjadi semakin banyak dan tidak terkontrol; hingga membuat rambut rontok.
2. Rasa gatal tidak dapat tertahankan; hingga terasa nyeri.
3. Bila sudah mengganggu kegiatan mengganggu sosialisasi.
4. Untuk kasus ketombe yang tidak bisa hilang, harus rajin kontrol ke dokter kulit, paling tidak 2x setahun.
 
Penanganan Dermatitis Seboroik
Dilakukan Sendiri
  • Menggunakan beberapa jenis shampoo, cream, dan lotion; dapat mengatasi ketombe yang membandel.
  • Pakailah shampoo yang juga mengandung anti jamur seperti ketokonazole, selenium sulfide.
  • Mencuci kepala setiap hari secara rutin, dan bukan hanya kepala tapi seluruh bagian tubuh yang mungkin bisa ditumbuhi ketombe.
  • Bila ketombe tumbuh pada alis, dapat menggunakan shampo bayi.
  • Peradangan di kulit sekitarnya dapat menggunakan cream yang dijual bebas (OTC). Misalnya hydrocortisone yang dipakai 2 sampai 3 kali sehari.
  • Hindari memakai topi, atau helm dalam waktu yang lama.
Diresepkan oleh Dokter

Setelah dipastikan bahwa diagnosisnya adalah dermatitis seboroik maka dokter akan memberikan obat-obatan sebagai berikut:
1. Shampo anti jamur
2. Shampo steroid
3. Cleanser anti bakteri
4. Cream dan lotion anti inflamasi
5. Kombinasi dari sediaan yang ada; karena telah dipahami memiliki hasil yang lebih baik.
6. Pada kasus berat, dapat diberikan obat steroid minum

 

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Mei, 2012 in Health

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: